Expo Tani Meriah di Jamnas Jatam 1, PWA Kalteng Ajak Bela dan Beli Produk Muhammadiyah

SHARE

 

Kegiatan Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah 1 (Jamnas Jatam 1) yang digelar Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PWM Jawa Tengah berlangsung meriah. Tidak hanya sebagai ajang pertemuan jamaah tani dari seluruh Indonesia, acara ini juga dimeriahkan dengan bazar dan expo hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Suasana expo begitu ramai dan penuh semangat. Stand-stand dari berbagai daerah menampilkan hasil bumi terbaik mereka, mulai dari beras lokal, sayuran segar, olahan ikan, hingga produk perkebunan khas daerah. Para pengunjung tampak antusias berinteraksi, mencicipi, dan bahkan membawa pulang produk unggulan jamaah tani Muhammadiyah.

PWA Kalimantan Tengah turut hadir dalam kegiatan ini melalui Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Dr. Puspita, M.Si. Beliau menyampaikan kesan positif atas jalannya kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian di tubuh Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Jamnas Jatam ini luar biasa. Produk-produk yang ditampilkan beragam dan berkualitas. Muhammadiyah dan Aisyiyah sebenarnya punya sumber daya yang sangat besar dalam bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan. Jika dikelola dengan baik, tentu akan semakin memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Dr. Puspita.

Beliau juga menambahkan bahwa Jamaah Tani Muhammadiyah Kalimantan Tengah akan diaktifkan kembali sebagai tindak lanjut semangat Jamnas Jatam 1. Menurutnya, keberadaan jamaah tani ini akan menjadi media bersama untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta mendukung kemajuan dan kesejahteraan petani.

Pesan Penting dari Dr. Puspita, M.Si:

  • “Mari kita aktifkan Jatam di Kalimantan Tengah.”
  • “Jadikan wadah ini ruang kolaborasi dan berbagi demi kesejahteraan petani.”
  • Dan jangan lupa, mari bela dan beli produk hasil keluarga Muhammadiyah. Dengan itu, kita membantu petani sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.”

Puspita juga menyampaikan bahwa PWA Kalteng melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan beberapa waktu lalu sudah melakukan pendataan untuk amal usaha keluarga Aisyiyah termasuk di dalamnya pertanian, tidak lain salah satu maksudnya adalah untuk menguatkan usaha keluarga Aisyiyah melalui promosi, dukungan membeli/menggunakan dan lain-lain.

Kehadiran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam sektor pertanian menjadi cermin bahwa amal usaha yang ada tidak hanya fokus pada pendidikan, kesehatan, dan sosial, tetapi juga berperan aktif membangun kemandirian ekonomi umat melalui kekuatan pangan dan hasil bumi.(ba)