Jamnas Jatam 1 Dibuka Meriah, Muhammadiyah Luncurkan Padi Unggul Mentari
Kebumen, 20 September 2025 – Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah 1 (Jamnas Jatam 1) resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, pada Sabtu (20/9) di Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo), Kebumen.
Sehari sebelumnya, Jumat sore (19/9), rangkaian kegiatan sudah diawali dengan bazar dan expo hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dari Jamaah Tani Muhammadiyah se-Indonesia. Bazar tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, dan disambut dengan antusias oleh peserta maupun masyarakat sekitar.
Puncak acara Jamnas Jatam 1 berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat, ditandai dengan peluncuran varietas padi unggul baru yang diberi nama Mentari oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Dalam sambutannya, Prof. Haedar menyampaikan harapannya agar varietas unggul ini mampu menjadi sinar baru dalam dunia pertanian nasional.
“Semoga padi varietas Mentari mampu menyinari bumi dan mendukung program ketahanan pangan bangsa,” ujarnya.
Varietas Mentari dikenal istimewa karena memiliki kandungan glukosa rendah namun tinggi protein, sehingga sangat baik untuk kesehatan sekaligus mendukung gaya hidup masyarakat modern yang peduli gizi.
Peluncuran ini menjadi lebih bermakna karena disertai ungkapan terima kasih yang mendalam kepada para penemunya, yaitu Prof. Toto, Pak Agus, dan Bu Titin, yang dengan ikhlas mewakafkan karya intelektual luar biasa ini kepada Muhammadiyah.
Dari Kalimantan Tengah, Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PWA Kalteng, Dr. Puspita, M.Si, turut hadir dan menyampaikan kesan positifnya. Ia bahkan sempat berfoto di area percontohan padi unggul Mentari.
Jamnas Jatam 1 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi petani Muhammadiyah se-Indonesia, tetapi juga momentum kebangkitan pertanian Muhammadiyah dan Aisyiyah, sekaligus wujud nyata kontribusi organisasi ini dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bagi Aisyiyah, hadirnya varietas unggul Mentari jjuga membuka peluang untuk menggerakkan kaum perempuan di tingkat keluarga dan komunitas tani. Melalui pendampingan, edukasi gizi, serta gerakan bela dan beli produk Muhammadiyah, Aisyiyah siap berperan aktif memastikan inovasi ini benar-benar sampai ke dapur rumah tangga, menyehatkan keluarga, sekaligus menyejahterakan petani.(ms)