Kristenamela Dukung Bazar UMKM pada Lokakarya Perempuan Dayak di Museum Balang

SHARE

Palangka Raya, 27 November 2025 — Pelaksanaan Lokakarya Perempuan Dayak yang mengangkat tema “Perempuan Dayak dalam Melestarikan Budaya (Bahasa Daerah) dan Penggerak Ekonomi Kreatif Keluarga” turut diramaikan dengan gelaran Bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal khas Dayak. Kegiatan berlangsung di Aula Museum Balanga, Palangka Raya, dan mendapat dukungan penuh dari pengunjung yang hadir.

Dalam kegiatan tersebut, bazar menjadi salah satu daya tarik utama karena menampilkan ragam hasil karya perempuan Dayak, mulai dari anyaman tradisional, pernak-pernik manik-manik, hingga kain tenun khas Dayak yang mempesona. Tidak hanya indah dipandang, karya-karya tersebut juga merepresentasikan identitas budaya yang kuat dan kreativitas perempuan lokal.

Ketua Panitia, Tri Margini, dalam kutipannya yang diambil dari Media Center, menegaskan bahwa bazar UMKM bukanlah sekadar ajang pameran.
“Bazar ini bukan hanya menampilkan produk, tetapi menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan ekonomi kreatif keluarga. Perempuan Dayak memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi melalui produk-produk lokal,” ujarnya.

Hj. Kristenamela, M.Pd—yang juga merupakan anggota pengurus Lembaga Budaya, Seni dan Olahraga PWA Kalimantan Tengah—mengungkapkan rasa bangga terhadap kualitas dan kreativitas produk-produk yang ditampilkan.
Menurutnya, keberagaman produk UMKM yang dihadirkan membuktikan bahwa karya lokal Dayak tidak kalah menarik dengan produk modern maupun buatan luar daerah.
“Produk-produk ini luar biasa. Kerapian, kreativitas, dan nilai budayanya sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa produk lokal Dayak mampu bersaing dan memiliki daya tarik tinggi di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kristenamela tampil anggun mengenakan kostum khas Dayak lengkap dengan selendang dan hiasan kepala bermotif lokal. Aksesori tersebut—yang merupakan replika artefak budaya Dayak—menambah pesona penampilannya serta mempertegas kecintaannya terhadap kebudayaan daerah. Kehadirannya menjadi simbol dukungan dan kebanggaan terhadap pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan perempuan Dayak melalui ekonomi kreatif.

Kegiatan lokakarya dan bazar UMKM ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama untuk menjaga bahasa, budaya, dan kearifan lokal Dayak, sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi perempuan di Kalimantan Tengah.(ms)