Meneladani Perjalanan Mulia Sahabat Ammar bin Ash
Pangkalan Bun– Suasana Masjid Mujahidin pada Subuh yang penuh berkah, Ahad (14/9/2025), semakin khidmat dengan hadirnya Ustadz Dr. H. Arliansyah, SE., M.Pd.I sebagai narasumber kajian ba’da Subuh. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertajuk “Perjalanan Mulia Sahabat Ammar bin Ash: Gagah di Medan Perang, Luhur dalam Diplomasi”.

Ustadz Arliansyah mengawali kajiannya dengan menjelaskan bahwa ketika Ammar bin Ash memeluk Islam, Allah mengampuni seluruh dosa-dosanya di masa lalu. Sebagaimana janji Allah, setiap orang yang dengan tulus masuk Islam, maka ia seperti terlahir kembali dalam keadaan bersih tanpa dosa. Inilah keistimewaan hidayah Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas menerima kebenaran.
Panglima yang Setia Membela Madinah
Perjalanan dakwah Ammar bin Ash sarat dengan pengorbanan. Beliau dikenal sebagai panglima yang gagah berani dalam menjaga Madinah dari serangan musuh. Meski jumlah pasukan yang dipimpinnya seringkali jauh lebih sedikit dibanding lawan, keteguhan iman dan strategi yang cerdas membuat mereka tetap mampu bertahan dan menjaga kota suci itu.
Menaklukkan dengan Diplomasi
Keagungan Ammar bin Ash tidak hanya tampak di medan perang, tetapi juga dalam kecerdasannya berdiplomasi. Beliau menaklukkan kota Oman tanpa peperangan, melainkan dengan jalan damai melalui diplomasi. Begitu pula dalam peristiwa penaklukan Palestina (Masjidil Aqsha) yang dilakukan tanpa pertumpahan darah, menunjukkan bahwa Islam lebih mengedepankan perdamaian daripada kekerasan.
Gubernur Mesir dan Kebijakan Bijaksana
Ammar bin Ash kemudian dipercaya menjadi Gubernur Mesir setelah berhasil menaklukkan negeri itu. Di bawah kepemimpinannya, Islam berkembang pesat dengan keadilan dan kebijakan yang penuh hikmah. Bahkan, ketika beliau membangun sebuah masjid besar di Mesir, sempat terkena lahan milik seorang Yahudi. Setelah mendapat teguran dari Khalifah Umar bin Khattab, pembangunan dihentikan. Namun, berkat sikap bijak Ammar bin Ash, orang Yahudi tersebut akhirnya masuk Islam dan bahkan mewakafkan tanahnya untuk perluasan masjid.
Teladan Keimanan dan Perdamaian
Di akhir kajian, Ustadz Arliansyah menegaskan bahwa Ammar bin Ash adalah sahabat Rasulullah SAW yang setia dan taat kepada beliau serta kepada para sahabat lainnya. Beliau bukan hanya dikenal gagah di medan perang, tetapi juga menjadi teladan dalam menyebarkan Islam melalui jalan perdamaian, diplomasi, dan kebijaksanaan.
“Perjalanan hidup Ammar bin Ash memberi kita pelajaran bahwa kekuatan bukan hanya diukur dari keberanian mengangkat pedang, tetapi juga dari kebijaksanaan dalam merangkul perdamaian,” ujar Ustadz Arliansyah menutup kajian.
Sapriansyah, S.Ag imam tetap dan ta’mir masjid berharap kajian sejarah seperti ini terus dikembangkan sebagai kajian selanjutnya karena selain memotivasi juga menggugah jiwa atas perjuangan Islam dan kekuatan tauhid.
Ditulis kembali oleh tim dakwah PWA Kalteng.